Sejak kemarin, kondisi kesehatan Menteri Dalam Negeri Mohammad Ma`ruf membaik. Setelah tim dokter melepas alat bantu pernapasan, Ma`ruf pun mulai disadarkan. Namun, Ma`ruf belum dapat berbicara, kecuali dengan isyarat nonverbal [baca: Kondisi Ma'ruf Mulai Membaik].
Hari ini (6/4), tak banyak pihak yang menjenguk Mendagri yang dirawat di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, Jakarta Barat. Pagi tadi hanya Gubernur Jawa Tengah Mardiyanto yang berkunjung. Kondisi sang menteri memang berangsur pulih. Ini ditandai dengan mulai mampunya paru-parunya melakukan pernapasan secara spontan. Adapun Mendagri mulai dirawat sejak Jumat pekan silam karena adanya kelainan saluran pembuluh darah ke kepala dan gangguan irama jantung.
Penyakit jantung memang masih menjadi penyebab kematian pertama di Indonesia. Si penderita biasanya tidak sadar mengalami gangguan jantung hingga serangan tiba. Mendagri Mohammad Ma`ruf, misalnya. Sebelum sakit, ia terlihat sehat walafiat. Namun tiba-tiba, ia sampai mengalami kondisi kritis.
Jantung merupakan salah satu organ tubuh manusia yang sangat vital. Karena di situlah letak pusat kehidupan manusia. Pihak Rumah Sakit Jantung Harapan Kita mencatat ada lima macam kelainan pada jantung. Kasus kelainan jantung katup dan gangguan irama jantung seperti yang dialami oleh Menteri Ma`ruf adalah satu di antara kelainan jantung yang ada.
Dokter Andang Joesoef, Direktur Pelayanan RS Jantung Harapan Kita, mengungkapkan setiap jantung yang normal memiliki empat buah katup. Itu berfungsi untuk mengatur jumlah darah yang masuk ke jantung. Kelainan jantung pada katup bisa berupa kebocoran atau pembengkakan. Dan bila hal itu terjadi, maka akan mengakibatkan si pemilik jantung mengalami sesak napas dan mudah lelah. Buat menormalkannya kembali, menurut Andang, pasien harus dioperasi untuk dibuatkan katup buatan.
Sementara kelainan gangguan irama jantung disebabkan oleh tak lancarnya sumber listrik di jantung. Di dalam jantung memang terdapat listrik yang menyebabkan sebuah jantung berdenyut. Alhasil jika terdapat kelainan maka irama jantung akan terganggu. Kedua kelainan jantung tersebut bisa disembuhkan melalui operasi. Hanya saja, keberhasilan sebuah operasi pun tergantung dari kondisi sang pasien.
Namun, imbuh Andang, cara terbaik untuk terhindar dari penyakit jantung adalah melakukan pola hidup dan makan yang sehat. Selain itu, Anda harus mengurangi kadar stres agar serangan jantung tidak menerpa.(ANS/Anastasya Putri dan Nofrianus Baren)
0 responses so far ↓
There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.