Gunung Ciremai

Metodologi Penelitian

April 6, 2007 · & Komentar

SUMBER UNTUK MEMPEROLEH MASALAH

 

a.      Pengamatan terhadap kegiatan manusia;

b.     Bacaan : Jurnal, majalah, buletin dsb;

c.     Analisis bidang pengetahuan;

d.     Ulangan serta perluasan penelitian;

e.      Cabang studi yang sedang dikembangkan;

f.       Pengalaman dan catatan pribadi;

g.     Praktik serta keinginan masyarakat;

h.     Bidang spesialisasi;

i.        Plajaran dan mata ajaran yang sedang diikuti;

j.        Pengamatan terhadap alam skeliling;

k.     Diskusi-diskusi ilmiah.

 

MEMILIH VARIABEL

 

-         Menentukan variabel yang akan digunakan dalam pengujian hipotesis;

-         Ditetapkan, diidentifikasi; diklasifikasi;

-         Jumlahnya tergantung dari sempit luasnya penelitian;

-         Dalam ilmu eksakta, variabel dapat divisualisasikan;

-         Umumnya variabel dibagi dua jenis : Variabel Kontunyu (Continous variable) dan Variabel Deskrit (Descrete variable): atau variabel dependen dan variabel bebas; atau variabel aktif dan variabel atribut.

-         Variabel Kontinyu : dapat ditentukan nilainya dalam jarak jangkau tertentu; dapat dinyatakan dalam pecahan atau desimal;

-         Variabel Diskrit : nilainya tak dapat dinyatakan dalam bentuk pecahan atau desimal; misalnya : jumlah anak; tingkat pendidikan;

-         Variabel dependen dan variabel bebas. Variabel dependen adalah variabel yang tergantung  atas variabel lain. Misal : konsumsi dan pendapatan : dengan bertmbahnya pndapatn,konsumsi bertambah. Konsumsi menjadi variabel dependen, pendapatan menjadi variabel bebas. : Konsumsi merupakan fungsi dari pendapatan;

-         Variabel Moderator dan variabel Random . Variabel moderator : variabel  yang dianggap berpengaruh terhadapvariabel dependen, tetapi tidak mempunyai pengaruh utama, atau bukan sebagai penyebab utama. Variabel Random : tidak dimasukkan dalam persamaan hubungan;

-         Variabel aktif : variabel yang dimanipulasi;

-         Variabel atribut : tidak bisa / sukar dimanipulasi; biasanya berupa karakteristik manusia (intelegensia, status sosial, jenis kelamin, pendidikan, sikap dsb);

 

Penyusunan Tesis:

 

-         Dapat dimulai dengan pengajuan judul (tidak harus demikian) : dalam menentukan atau memilih judul dapat mengalami kesulitan,  berputar-putar dengan judul itu sendiri;

-         Bagi yang sudah biasa meneliti : dapat berangkat dari latar belakang masalah, identifikasi masalah, batasan masalah, baru menentukan judul yang tepat. Jadi judul dibuat bertutik tolak dari batasan masalah:

 

1.     Latar Belakang Masalah;

 

HIPOTESIS

1.     Disusun berdasarkan Kerangka Berpikir;

2.     Dibuat dalam setiap penelitian yang bersifat analitis; tidak perlu untuk penelitian deskriftif atau exploratory;

3.     Kesimpulan atau pendapat yang masih kurang ; hypo = kurang dari, sementara;  thesis = pendapat, pernyataan, teori ; kesimpulan masih sementara, belum final, masih perlu dibuktikan.

4.     Dugaan yang mungkin benar, mungkin juga salah;

5.     Jawaban sementara terhadap rumusan masalah atau sub masalah;

6.     Masih harus diuji kebenarannya dengan data empirik atau penelitian;

7.     Dinyatakan ditolak atau diterima. Ditolak jika salah / palsu; diterima jika fakta-faktanya benar;

8.     Dirumuskan dalam kalimat positif, bukan kalimat tanya, menyeluruh, menyarankan, mengharapkan;

 

Fungsi :

a.     Memperoleh kesimpulan tentang suatu masalah;

b.     Memperjelas keadaan yang masih menjadi teka teki;

c.     Mendapat arah dari suatu tindakan;

d.     Membuat suatu prediksi yang mungkin;

 

Konsep:

1.     Dugaan terhadap hubungan antara dua variabel atau lebih; (Kerlinger, 1996:16)

2.     Jawaban atau dugaan sementara yang harus diuji lagi kebenarannya melalui penelitian ilmiah;

3.      Hipotesis kerja / asli/alternatif: Ha atau H1;

4.     Secara statistik , hipotesis: pernyataan mengenai keadaan populasi/ parameter yang akan diuji kebenarannya berdasarkan data yang diperoleh dari sampel penelitian (statistic);

5.     Statistik : yang diuji  adalah hipotesis nol / hipotesis statistik : Ho (pernyataan tidak adanya hubungan, pengaruh, perbedaan antara parameter dengan statistik. Lawannya : Ha : ada hubungan.

 


Macam :

Ada 3 macam hipotesis :

1.     Hipotesis Deskriftif : dirumuskan untuk menentukan titik peluang, atau dirumuskan untuk menjawab pertanyaan taksiran/estimatif;  Tidak membandingkan;

Disiplin kerja pegawai Fak. Teknik Untan sangat tinggi;

Yang menjadi estimasi adalah : sangat tinggi

 

2.     Hipotesis Komparatif : memberi jawaban terhadap permasalahan yang bersifat membedakan;

Ada perbedaan daya ikat antara Semen Tiga Roda dengan Semen Padang.

3.     Hipotesis Asosiatif : memberi jawaban pada permasalahan yang bersifat hubungan;

 

Menurut sifat hubungannya, ada tiga jenis hipotesis penelitian (Ha) :

1)       Hipotesis hubungan simentris : Hubungan bersifat kebersamaan antara dua variabel atau lebih, tapi tidak menunjukkan sebab akibat;

Ada hubungan antara banyaknya mengikuti perkuliahan dengan nilai akhir mahasiswa

 

2)       Hipotesis hubungan sebab akibat (kausal) : menyatakan hubungan yang saling mempengaruhi antara dua variabel atau lebih :

Disiplin pegawai yang tinggi berpengaruh positif terhadap produktifitas kerja.

 

3)       Hipotesis hubungan interaktif : menyatakan hubungan antara dua variabel atau lebih bersifat saling mempengaruhi;

Terdapat pengaruh timbal balik antar kenaikan pangkat dengan tersedianya jabatan.

 

Parameter dan Statistik :

 

Parameter : Ukuran yang berlaku pada populasi

Simbolnya :  tetha :

Statistik      : Ukuran berkenaan sampel           

 

Statistik Parametrik     :

-         Statistik yang cocok untuk menguji hipotesis tentang parameter populasi;

-         Didasarkan atas asumsiyang ketat tentang keadaan populasi;

-         Asumsi utamanya : populasi atau sampel harus berdistribusi normal, dipilih secara acak,mempunyai hubungan linier, data bersifat homogen;

-         Lebih banyak bekerja dengan data interval dan ratio;

-         Pasangannya : Statistik nonparametrik

 

Statistik nonparametrik :

-         Tidak menganut asumsi bahwa data populasi /sampel harus berdistribusi normal, dipilih secara acak, mempunyi hubunagn linier, data bersifat homogen

-         Statistik bebas distribusi;

-         Lebih banyak bekerja dengan data ordinal dan nominal

 

 

Jika parameter diuji berdasarkan data sampel, digunakan statistik inferensial/induktif;

 

Kesalahan Dalam Menguji hipotesis :

-         walaupun berdasarkan analisis statistik kita telah menolak atau menerima suatu hipotesis, hal ini belumlah memberikan kebenaran mutlak 100%. Hal ini disebabkan kita terbiasa bekerja dengan data sampel sehingga kekeliruan sampling slalu ada betapapun kecilnya.

-         Ada dua macam kesalahan dalam menguji hipotesis :

 

1.     Bila dinyatakan Ho diterima dan dibuktikan mlalui penelitian menerimanya, maka kesimpulan yang dibuat adalah benar;

2.     Bika dinytakan Ho diterima dan dibuktikan melalui penelitian ditolak,kesimpulan yang diambil disebut : Kesalahan Model I;

3.     Bila Ho ditolak dan dibuktikan melalui penelitian menolaknya, kesimpulan yang dibuat adalah benar;

4.     Bila ho ditolak dan dibuktikan mlaluipenelitian menerimanya, maka kesimpulan yang diambil iu mrupakan Kesalahan Model II

 

 


 

Contoh :

Tindakan investor dalam menanam modal :

 

 

 

Tindakan Investor

Sebenarnya

Penanaman Modal

 

Ho Benar

Ho Salah

Menanam Modal

Tindakan Benar

Kesalahan Model II

Tidak Menanam Modal

Kesalahan Model I

Tindakan Benar

 

 

-         Kedua model kesalahan dibuat sekecil-kecilnya;

-         Keduanya dinyatakan dalam Peluang;

-         Dalm penelitian : Kesalahan Model I  sering disebut sebagai : tingkat signifikansi, taraf signifikan, taraf arti, taraf nyata,probabilitas, taraf kesalahan atau taraf kekeliruan.

 

Tingkat kesalahan dinyatakan dalam dua atau tiga desimal atau dalam persen;

 

Lawannya adalah Tingkat/taraf kepercayaan :

Taraf signifikan ; 5%

Taraf kepercayaan    : 95%

Kategori: Materi Kuliah

3 tanggapan so far ↓

Tinggalkan sebuah Komentar